Giselle Hage, demikian nama lengkapnya, dikukuhkan sebagai wisudawan termuda pada wisuda ke-129 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kini, mahasiswa teknik elektro itu masih berusia 19 tahun 9 bulan.

Memulai pendidikan di usia belia, Giselle menuturkan bahwa ia mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD) sejak berusia 4 tahun di SD Dabasah 2 Bondowoso. Hal ini tidak lepas dari kecakapannya dalam menguasai kemampuan membaca dan berhitung di usia dini. “Waktu itu aturan terkait usia minimal belum terlalu ketat, jadi bisa didaftarkan sebagai siswa SD di usia belia,” ungkap Giselle.

Alumnus Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jember ini gemar melakukan eksplorasi alat mikrokontroler sejak masih SMA. Hal ini juga yang mendasari perempuan dengan kemahiran bidang fisika itu untuk mendaftar ke Departemen Teknik Elektro ITS.

Minatnya pada sistem kontrol juga dituangkan ke dalam tugas akhir yang berjudul “Kontrol Pembagian Tugas Multiagen Menuju Multitarget dengan Penghindaran Halangan menggunakan Artificial Potential Field”. “Pada dasarnya, penelitian ini mengatur bagaimana sistem mengambil keputusan secara otomatis berdasarkan kondisi yang diberikan,” jelas putri dari almarhum Iwan Sugiharto dan Tryphena Hage tersebut.

Giselle Hage (kedua dari kanan) saat membimbing praktikum di Laboratorium Sistem dan Sibernetika Departemen Teknik Elektro ITS

Lebih lanjut, Giselle mengungkapkan multiagen yang dikembangkannya berupa tujuh buah drone yang masing-masing memiliki empat baling-baling atau disebut quadcopter. Dengan memperhitungkan faktor jarak dan kecepatan, setiap drone tersebut akan mempertimbangkan cara untuk mencapai target berdasarkan medan artifisial. Penelitian ini memanfaatkan daya tolak dan daya tarik yang diberikan pada agen, target dan halangan yang ada.

Lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,71, bungsu dari tiga bersaudara itu mengungkapkan bahwa keluarga dan rekan-rekannya menjadi motivasi dan semangatnya dalam belajar. Di samping itu, beasiswa Fast Track yang diterimanya untuk melanjutkan studi di Program Magister Teknik Sistem Kontrol ITS mendorongnya untuk menyelesaikan studinya dengan lebih cepat.

Kesenangannya untuk memberikan manfaat akademik juga ditunjukkan saat menjadi asisten laboratorium. Di tahun ketiganya berkuliah, ia bergabung di Laboratorium Sistem dan Sibernetika Departemen Teknik Elektro ITS sebagai asisten praktik. Bersama rekan-rekannya, Giselle membimbing serta menyediakan alat bantu praktikum bagi mahasiswa.

Giselle menuturkan harapannya agar pengalaman yang didapatkannya selama berkuliah dapat membantu dalam perjalanan karirnya ke depan. Ia bertekad akan tetap konsisten untuk mengembangkan potensi agar dapat bermanfaat lewat bidang ilmunya. “Selama melanjutkan studi di ITS, saya akan terus mengembangkan diri di tempat (ITS, red) ini,” tuturnya mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *